
6.12026
Penyelundupan, paspor palsu, perdagangan manusia, terorisme—kejahatan internasional semakin canggih dan parah. Sebagai garis pertahanan terakhir negara terhadap ancaman-ancaman tersebut, Imigrasi dan Bea Cukai bandara bertugas menghentikan mereka di perbatasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung asing ke Jepang melonjak, sehingga menimbulkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada operasional bandara. Untuk memungkinkan respons yang lebih cepat dan terkoordinasi, dibentuklah sebuah unit khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Sekretariat Kabinet, sehingga menghilangkan hambatan birokrasi tradisional. Namanya adalah GATE24 (Global Airport Task Enforcement).
Namun, kenyataannya jauh dari visi mulia tersebut. Karena operasi bandara terbagi di antara banyak lembaga pemerintah, GATE24 kesulitan mendapatkan kerja sama dari departemen lain dan sering dianggap sebagai beban yang tidak diinginkan oleh staf garis depan. Yang memperburuk keadaan, unit ini ditempatkan di sebuah bilik pemeriksaan kecil yang terletak jauh dari gerbang utama, dan sebagian besar menangani penerbangan charter serta pesawat kecil. Posisi unit ini tak lebih dari sekadar “tim cadangan” untuk inspeksi bandara.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, GATE24 memulai misinya. Saat para anggotanya berselisih mengenai undang-undang, peraturan, dan masalah kemanusiaan sambil menghadapi kasus-kasus rumit di perbatasan, mereka secara bertahap mengatasi hambatan kelembagaan dan tumbuh menjadi para profesional yang berdiri di garis depan perbatasan Jepang.